41 Tahun Toyota Produksi Toyota Kijang Capai 2 Juta Unit

41 Tahun Toyota Produksi Toyota Kijang Capai 2 Juta Unit 41 Tahun Toyota Produksi Toyota Kijang Capai 2 Juta Unit

PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengumumkan bahwa produksi Toyota Kijang hingga Juni 2018 mencapai 2 juta unit. Model ke-2 juta unit yang diproduksi di pabrik TMMIN Karawang 1 adalah Kijang Innova tipe V berwarna white pearl A/T.

Model bersejarah tersebut merupakan bagian dari Kijang Innova yang akan diekspor ke Saudi Arabia. Secara kumulatif, total produksi Kijang memiliki porsi 57 persen dari jumlah kendaraan utuh dari pabrik TMMIN yang hingga kini total produksinya mencapai lebih dari 3,5 juta unit.

Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal TMMIN, Bob Azam, mengatakan bahwa produksi Kijang ke-2 juta tidak mungkin dicapai tanpa sinergi yang kuat dari hulu ke hilir, mulai dari para pemasok hingga jaringan dealer Toyota di Indonesia.

“Capaian ini sekaligus memacu komitmen kami untuk bisa mencetak milestone-milestone berikutnya seiring dengan semangat untuk memberikan kontribusi positif terhadap perkembangan industri otomotif nasional,” kata Bob Azam dalam siaran pers yang diterima Tempo, Senin, 30 Juli 2018.

Kehadiran Kijang tidak terlepas dari respon Toyota terhadap kebijakan Pemerintah Indonesia dalam mengembangkan industri nasional melalui pengembangan alat angkut serba guna di pertengahan 1970-an.

Menindaklanjuti kebijakan pemerintah tersebut, Toyota Indonesia merancang kendaraan yang sesuai dengan karakter spesifik pasar, serta kondisi geografis Indonesia dengan melahirkan generasi pertama Toyota Kijang dalam konsep Basic Utility Vehicle (BUV) yang diluncurkan pada Juni 1977.

Dalam perjalanannya, Toyota Kijang berkembang menjadi kendaraan serba guna yang dibarengi dengan lahirnya Toyota Kijang generasi kedua pada 1981. Sejak saat itu, Toyota Kijang tidak lagi dikenal sebagai kendaraan angkutan barang (commercial) atau juga sebagai kendaraan keluarga yang saat ini dikenal sebagai Multi-Propose Vehicle (MPV).

Toyota Kijang dikenal sebagai mobil dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) yang tinggi. Awalnya, TKDN hanya 19 persen pada Kijang generasi pertama. Lalu meningkat menjadi 30 persen pada generasi kedua. Angka ini kembali meningkat menjadi menjadi 40 persen pada Kijang generasi ketiga/Kijang Super yang diluncurkan tahun 1986.

Kijang generasi keempat atau Kijang Kapsul yang diperkenalkan ke publik tahun 1997 memiliki TKDN sebesar 53 persen. Sedangkan Kijang Innova/Kijang generasi kelima dan Grand New Kijang Innova/Kijang generasi keenam secara berturut-turut memiliki TKDN 75 persen dan 85 persen.

Peningkatan TKDN Kijang tidak terlepas dari dukungan pemasok lokal yang awalnya hanya berjumlah 8 perusahaan di tahun 1977, kini menjadi 139 perusahaan. Hal ini juga berdampak pada semakin besarnya substitusi impor serta penyerapan tenaga kerja yang terlibat dalam kegiatan produksi Kijang.

“Evolusi Kijang dari kendaraan komersial dengan teknologi sederhana hingga kini menjadi produk MPV global merupakan cerminan bahwa industri otomotif Indonesia tumbuh secara signifikan sehingga mampu menjadi basis produksi dan ekspor kendaraan di segmen medium berstandar internasional,” ujarnya.

Bob Azam juga menyebut bahwa Toyota Kijang menjadi pembuka jalan bagi model-model Toyota lainnya untuk bisa diproduksi secara lokal.

 

Perjalanan 41 Tahun Toyota Kijang di Indonesia

1977 Kijang generasi pertama diluncurkan
1981 Kijang generasi kedua diluncurkan
1986 Kijang generasi ketiga diluncurkan
1987 Ekspor perdana Kijang (ke Brunei Darussalam)
1997 Kijang generasi keempat diluncurkan
2003 Produksi Kijang ke-1 juta unit
2004 Kijang generasi kelima diluncurkan
2016 Kijang generasi keenam diluncurkan
2018 Produksi Kijang ke-2 juta unit

SUMBER  : tempo.co

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *